Yesaya 55:1-5 │ Undangan menikmati jamuan Tuhan

Ayat emas
(2) “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. ”

Renungan
Yesaya ingin menyampaikan sebuah berita yang menyukakan banyak orang karena berhubungan dengan kepuasan kampung tengah atau perut. Kondisi orang yang baru pulang dari pembuangan pastinya masih terlunta-lunta dan mereka harus kembali beradaptasi dengan kondisi sekitar dan mulai mencari pekerjaan yang baru sebagai penghidupan mereka.
Bagian ini menyatakan kesetiaan Allah terhadap umat Israel. Pada jaman Musa, Allah memelihara bangsa Israel ketika keluar dari tanah Mesir dengan memberi manna dan telur puyuh. Pada jaman Yesaya, Tuhan masih juga memelihara umat-Nya seketika mereka pulang dari tanah penjajah.

Akan tetapi bagian ini juga bisa ditafsirkan dalam makna “rohani”. Makna panggilan Tuhan akan jamuan makan tersebut dimaksudkan dengan panggilan kepada umat untuk kembali akan Tuhan. Kata “haus” dalam artian orang-orang yang rindu akan firman Tuhan. Kalimat hai orang yang tidak mempunyai uang… untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan” Ini menunjuk pada kurangnya sumber daya pribadi. Kasih karunia, bukan prestasi, adalah satu-satunya pengharapan bagi Israel, bahkan umat manusia (lih. Yeh 36:22-38).

Kata “dengarkanlah” pada ayat 3 menggunakan kata “Shema” dan mengacu pada “Shema Israel” yang berarti “dengarkan dan lakukan”. Bangsa Israel sangat akrab sekali dengan kata “shema”. Seharusnya hal yag penting untuk diperhatikan ketika kata shema ini mulai disampaikan sebagi perantara akan pesan yang akan disampaikan. Pentingnya kita juga memperhatikan akan kondisi diri kita dalam hal fungsi uang yang kita miliki seharusnya digunakan sesuai dengan bijaksana dan sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Aplikasi:
Belajar menggunakan uang dengan lebih bijaksana dan seperlunya serta memberikan jerih payah yang dikerjakan untuk kemuliaan Tuhan semata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s